Rabu, 01 Juli 2015

Mengendus Kentut Ternyata Dapat Mencegah Tumor


Informasi Kesehatan,- Ketika orang buang gas, sebagian orang pasti akan menutup hidung atau menahan nafas, namun para peneliti di University of Exeter di Inggris menyarankan Anda untuk mengendusnya melalui hidung. Para ilmuwan tersebut mengatakan menikmati gas hidrogen sulfida (produk sampingan dari pekerjaan tubuh sebagai pemecah makanan) bisa membantu mencegah perkembangan tumor dan kanker.

"Meskipun gas hidrogen sulfida dikenal sebagai gas berbau tajam dan busuk seperti telur busuk pada perut kembung, itu secara alami diproduksi dalam tubuh dan sebenarnya bisa menjadi pahlawan kesehatan dengan implikasi yang signifikan untuk terapi masa depan sebegai upaya pencegahan berbagai penyakit," kata Dr Mark Wood, seorang peneliti di Exeter.

Dalam sebuah studi baru, Wood dan rekan-rekannya menyarankan dosis kecil dari hidrogen sulfida dapat membantu kerusakan mitokondria terbalik. Mitokondria adalah "pembangkit tenaga listrik" dari sel-sel tubuh, mengemudikan produksi energi dalam sel pembuluh darah.

Melindungi mitokondria merupakan strategi kunci untuk mencegah stroke, gagal jantung, diabetes, arthritis dan demensia. Kesehatan mitokondria pergi jauh ke arah menentukan apakah sel-sel hidup atau mati, dan peradangan mitokondria membantu kontrol yang kuat.

Dalam uji klinis, rinci minggu ini di jurnal Obat Kimia Komunikasi, gas produksi manusia yaitu hidrogen sulfida dapat membantu melindungi mitokondria pada keadaan biologis yang tak kenal ampun.

"Kami telah mengeksploitasi proses alami ini dengan membuat senyawa, yang disebut AP39, yang perlahan-lahan memberikan jumlah yang sangat kecil dari gas ini khusus untuk mitokondria," jelas penulis studi Profesor Matt Whiteman - dengan cara itu pasien tidak perlu mengendus bau busuk untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari hidrogen sulfida.

(Berbagai Sumber)

Selasa, 30 Juni 2015

Rokok Bisa Sebabkan Diabetes


Bagi anda yang suka merokok tahukah anda jika anda sedang membunuh diri anda sendiri, selain sangat buruk untuk kesehatan karena terdapat bahan-bahan berbahaya pada semua jenis rokok, kini penelitian terbaru kembali menemukan fakta buruk dibalik rokok yaitu perorok dikabarkan lebih beresiko untuk terkena diabetes hingga 3X LIPAT . 
Dilansir dari Zeenews, Konsultan Dokter dan Rumah Sakit Diabetologist India, Salome Phelamei menjelaskan, kadar gula darah yang tinggi menyebabkan komplikasi. Penyakit tersebut seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal hingga kerusakan saraf.

"Tembakau dapat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan resistensi insulin dalam tubuh. Penelitian menunjukkan peningkatan penyakit diabetes tiga kali lipat pada perokok dibandingkan nonperokok," papar Salome.

Merokok merupakan salah satu penyebab munculnya komplikasi diabetes. Hal ini disebabkan oleh efek metabolik dalam tubuh yang membuat kerusakan pada lapisan dalam pembuluh darah.

"Merokok dapat merusak lapisan pembuluh darah dan menyebabkan penumpukan (deposit) dan pengerasan lemak di arteri (aterosklerosis). Kondisi ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan risiko pembentukan bekuan darah di arteri yang mengarah ke serangan jantung," pungkas dia.

Sumber : SINDONEWS(dot)COM

Ciri-Ciri Umum Penyakit Batu Ginjal


Penyakit batu ginjal bukanlah hal asing, Batu ginjal sebenernya adalah potongan-potongan bahan padat yang akan terbentuk karena adanya zat yang secara normal larut dalam urin berubah menjadi berkonsentrasi tinggi. Mayoritas penderita penyakit batu ginjal melanda orang Asia dan Afrika, termasuk Indonesia. Selain itu, yang paling sering diserang penyakit ini adalah kaum pria, dibuktikan dengan survei yang sudah dilakukan bahwa diperkirakan sekitar pria berusia 70 tahun ke atas akan mempunyai resiko terserang penyakit batu ginjal lebih besar daripada wanita.

Banyak orang tidak menyadari adanya gejala batu ginjal. Hal ini terjadi karena batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi dini. Ukuran batu ginjal yang sangat kecil membuat penderita tidak akan terasa apa pun dan kemungkinan diketahui pun kecil, kecuali menjalani tes x-ray. Berikut beberapa ciri batu ginjal yang patut Anda waspadai:

1. Nyeri Punggung Bagian Bawah

Jika Anda merasa nyeri di sekitar bagian punggung bagian bawah (di kedua sisi), lalu perut bagian bawah dan daerah selangkangan dan juga di bawah tulang rusuk, Anda wajib waspada, bisa jadi itu adalah tanda batu ginjal. Nyeri yang terasa bisa ringan hingga berat dan datang bergelombang.

2. Mual Dan Muntah

Anda juga perlu waspada jika merasa mual dan ingin muntah karena rasa sakit yang diakibatkan batu ginjal bisa lebih buruk daripada melahirkan. Hal ini terjadi ketika batu ginjal bergerak ke ureter dan menghalangi aliran urin.

3. Darah dalam Urine

Ditemukannya darah dalam urin atau yang biasa disebut hematuria adalah salah satu gejala batu ginjal yang paling umum. Hal ini terjadi karena batu ginjal melewati saluran kemih, kemudian mengiritasi ureter hingga menyebabkan perdarahan.

4. Perubahan Urine lainnya

Urin yang keruh dan mempunyai bau yang sangat tidak sedap bisa menjadi tanda-tanda gejala batu ginjal karena infeksi. Walaupun jika hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri pada medis karena bisa saja merupakan tanda-tanda infeksi lain seperti infeksi saluran kemih, sistitis, dan penyakit menular seksual.

Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri umum batu ginjal, semoga bermanfaat.

Ini Dia Penyebab Kencing Bau Menyengat

Ini Dia Penyebab Kencing Bau Menyengat

Ini Dia Penyebab Kencing Bau Menyengat

Ini Dia Penyebab Kencing Bau Menyengat _Bila anda sedang mengalami bau pesing yang tidak seperti biasanya, sebaiknya anda perlu waspada. Karena bisa jadi itu merupakan penyebab karena infeksi saluran kemih," kata dr. Harrina E Rahardjo, SpU, PhD dari Departemen Urologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), seperti ditulis Rabu (27/5/2015).

Infeksi saluran kemih, menurut dr. Harrina sering pula dikaitkan dengan penyakit menular seksual. Untuk mengobatinya, bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik. Namun tentunya, butuh pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan diagnosisnya.

Selain karena infeksi, bau menyengat pada urine juga bisa disebabkan oleh faktor makanan. Misalnya setelah makan petai atau jengkol, maka selama beberapa waktu kencing yang dikeluarkan akan mengeluarkan bau menyengat seperti makanan yang dikonsumsi.

Beberapa orang mengatasi bau tak sedap tersebut dengan mengonsumsi Vitamin C atau Vitamin B 12. Menurut dr. Harrina, cara ini mungkin bisa mengurangi bau tetapi tidak mungkin menghilangkannya sama sekali.

Asupan cairan yang tidak cukup atau dehidrasi bisa menurunkan volume urine yang membuat bahan kimia semakin terkonsentrasi. Ketika asupan air berkurang maka terjadi perubahan drastis pada warna (menjadi lebih pekat) dan juga baunya (memiliki bau amonia yang kuat).

Cara paling tepat untuk mengurangi bau kencing, seperti disampaikan dr. Harrina adalah dengan banyak minum air putih. Dengan banyak minum, maka sisa-sisa metabolisme penyebab bau kencing tidak sedap akan menjadi lebih encer, tidak pekat sehingga tidak terlalu berbau.

Minum air putih dalam jumlah banyak juga bisa 'mengurangi' baunya. Kalo menghilangkan rasanya mustahil," kata dr. Harrina.

Sumber : DETIK(dot)COM

Benda-Benda Yang Berpotensi Menyebabkan Tumor & Kanker



Informasi Kesehatan,- Ada banyak sekali faktor penyabab tumor dan kanker, dan salah satunya ternyata ada dalam rumah kita sendiri karena benda tersebut mengandung zat karsinogen, racun dan bahan kimia berbahaya lainnya. 

Berikut ini kami akan membahas tentang benda-benda yang berpotensi menyebabkan tumor dan kanker.

Penyegar ruang
Benda ini berguna untuk menghilangkan bau dengan aroma yang harum, tetapi Anda harus berhati hati karena bahan tersebut adalah napthelene dan formaldehida sangat tidak bagus untuk paru-paru dapat menyebabkan kanker. Lebih baik gunakan minyak esensial.

Lilin Wangi
Inipun sama lilin wangi beresiko menyebabkan kanker karena pewangi ini menghasilkan pembakaran yang berbahaya bagi paru-paru.

Microwave
Penggunaan microwave secara berulang-ulang untuk memanaskan makanan bukanlah cara yang sehat bagi tubuh. Selain itu penggunaan kresek juga harus di waspadai terutama untuk makanan panas yang bersentuhan dengan kresek.

Wajan anti-lengket
Teflon memang sangat nyaman untuk digunakan. Tetapi, ada bahan kimia seperti PFOA yang hadir di teflon yang bisa menyebabkan tumor dan kanker. Ketika Anda memasak dengan teflon, bahan kimia tersebut akan menempel pada makanan. 

Plastik
Sebuah studi menunjukkan bahwa BPA yang terkandung dalam plastik dapat menyebabkan kanker, masalah reproduksi dan penyakit jantung. Untuk itu, kurangi penggunaan wadah plastik di rumah.

Produk pembersih
Perlu diketahui bahwa paparan bahan kimia pada produk pembersih berbahaya untuk kesehatan. Jadi, pastikan bahwa Anda selalu melindungi tangan dan anggota tubuh Anda yang lain saat menggunakannya.

Makanan Kaleng
BPA adalah bahan kimia yang ditemukan dalam lapisan dalam kaleng. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa itu berbahaya bagi tubuh. 

Kosmetik
Sebagian besar kosmetik berkualitas rendah bisa berbahaya bagi kesehatan. Maka, Anda disarankan untuk membeli produk yang mengandung kandungan lebih alami dan aman bagi kesehatan.


(Berbagai Sumber)


Senin, 29 Juni 2015

Duduk 7 Jam Sehari Berisiko Kena Diabetes


Anda wanita yang kesehariannya menghabiskan sebagian aktivitas dengan duduk di kantor atau tempat kerja? Jika iya, tampaknya kini Anda harus berhati-hati. Sebuah riset terbaru menemukan, wanita yang duduk sampai tujuh jam sehari berisiko lebih besar mengalami penyakit diabetes tipe-2.

Peneliti mengindikasikan, wanita yang menghabiskan waktu paling banyak duduk selama seminggu lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda awal penyakit diabetes tipe-2 dibandingkan mereka yang lebih aktif.

Hasil tes darah menunjukkan bahwa wanita yang terlalu lama duduk memiliki penanda atau marker lebih tinggi yang menunjukkan adanya risiko mengidap diabetes. Sedangkan pada pria, peneliti tidak menemukan hubungan antara duduk lama dengan diabetes.

Para ilmuwan dari University of Leicester mengatakan bahwa mereka belum memiliki alasan mengapa hal ini tidak terjadi pada pria. Tapi mereka menduga bahwa wanita lebih rentan terhadap kerusakan akibat perilaku menetap (sedentary).

Dalam risetnya, peneliti dari Leicester of University melibatkan 505 relawan pria dan wanita berusia 59 tahun atau lebih. Kemudian masing-masing relawan diberikan pertanyaan terkait seberapa lama mereka menghabiskan waktu duduk selama seminggu.

Setiap relawan juga menjalani tes untuk mengukur kadar zat kimia tertentu dalam darah mereka yang diketahui memiliki hubungan dengan risiko timbulnya diabetes.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine itu menunjukkan bahwa wanita cenderung duduk selama 4 sampai 7 jam setiap hari. Sedangkan pria antara 4 dan 8 jam sehari.

Peneliti mengindikasikan, wanita yang duduk paling lama cenderung memiliki kadar insulin lebih tinggi--hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh. Kadar insulin yang tinggi dalam tubuh menunjukkan adanya resisten terhadap hormon dan perkembangan diabetes.

Bahkan peneliti juga mencatat adanya kadar lebih tinggi pada C-Reactive protein (CRP), leptin, adinopectin dan interleukin-6, di mana semua bahan kimia tersebut dilepaskan oleh jaringan lemak di perut dan dapat memicu timbulnya peradangan.

Tetapi hasil yang sama tidak ditemukan pada pria. Peneliti mengatakan hal ini mungkin disebabkan karena perempuan lebih mungkin untuk ngemil ketimbang pria saat sedang duduk atau mungkin karena pria lebih banyak bergerak.

"Studi ini memberikan bukti baru bahwa terlalu lama duduk, rendah aktivitas fisik, memiliki dampak kerusakan pada resistensi insulin dan peradangan yang kronis pada wanita bukan pria," kata peneliti.

"Temuan ini mendorong supaya perempuan tidak berlama-lama duduk, sebagai salah satu faktor penting dalam mencegah penyakit kronis," tambah peneliti.

Menurut perkiraan, kebanyakan orang dewasa saat ini menghabiskan sekitar 55 persen waktu kerja mereka di tempat duduk.

Sebuah badan amal untuk diabetes di Inggris mencatat adanya kecenderungan peningkatan angka diabetes tipe dua di Inggris dari sekitar 2,5 juta saat ini sampai empat juta pada tahun 2025 dan lima juta pada 2030.

Menurut peneliti, lebih dari satu juta orang yang mengidap diabetes umumnya tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap penyakit gula tersebut. Kondisi ini mungkin dikarenakan mereka tidak mengenali gejala, seperti kelelahan, haus, sering buang air kecil, sariawan berulang dan luka yang cenderung susah untuk sembuh.

Kabar baiknya, sekitar 24.000 kematian per tahun (akibat diabetes) di Inggris dapat dengan mudah dicegah jika dokter melakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih mendasar dan pasien menerapkan pola makan sehat dan seimbang serta teratur minum obat.

Jika dibiarkan dan tidak diobati, diabetes tipe dua dapat meningkatkan berbagai macam komplikasi penyakit seperti serangan jantung, kebutaan dan bahkan amputasi. Kelebihan berat badan, aktivitas fisik dan pola makan yang buruk merupakan faktor risiko utama untuk penyakit ini.

Sumber: SERAMBINEWS(dot)COM

Penyakit Batu Ginjal Pada Anak

Kali ini saya akan share artikel kesehatan tentang penyakit batu ginjal. Mungkin sebagin besar dari anda sudah mengetahui apa yang di maksud dengan batu ginjal. Jika anda mengalami penyakit batu ginjal anda tidak perlu khawatir, karena anda dapat mengkonsumsi obat herbal Acemaxs yang sudah terbukti dapat menyembuhkan penyakit yang anda alami. Untuk informasi lebih jelasnya, anda bisa melihat penjelasan berikut ini.

Apa itu Batu Ginjal Pada Anak?

 

Penyakit batu ginjal adalah penyakit adanya batu dalam rongga ginjal dengan segala permasalahannya. Batu ginjal terbentuk akibat pengendapan senyawa mineral dan organik. Pengendapan batu ini diakibatkan oleh infeksi pada ginjal atau penggenangan air seni dalam ginjal. Salah satu penggenangan ini dikibatkan oleh tekanan balik ketika kandung kemih juga tersumbat. Beberapa penyebab batu ginjal yang lainnya adalah komplikasi penyakit asam urat, makanan tidak seimbang, atau kurang vitamin dan adanya garam-garam kimia pada air seni seperti fosfat dan urates sebagai dasar terbentuknya batu ginjal.
Seperti yang kita ketahui bahwa Ginjal termasuk organ penting yang memiliki fungsi , yaitu menyaring dan mengeluarkan racun maupun kelebihan mineral dari dalam tubuh melalui urin. Jika fungsi ginjal terganggu akibat peradangan atau karena penyakit batu ginjal maka dengan sendirinya tubuh akan mengalami keracunan. Karena itu, gangguan apapun atau penyakit pada ginjal harus segera diobati.

Gejala Batu Ginjal

1. Nyeri
Gejala utama dari penyakit batu ginjal adalah nyeri yang parah, terutama di punggung atau pinggang.
Hal ini terjadi karena saluran kemih mengalami kekejangan akibat batu menyumbat saluran tersebut. Biasanya penderita akan mulai kram dan berlanjut hingga merasakan nyeri yang sangat parah.
2. Mual dan Muntah
Nyeri sangat parah akibat batu ginja bisa menyebabkan rasa mual bahkan muntah.
3. Darah pada Urin
Terkadang kristal batu ginjal merusak saluran kemih saat melewatinya, sehingga darah mungkin ikut keluar bersama dengan urin.
4. Sering Berkemih
Saluran kemih yang teriritasi membuat penderita merasa ingin berkemih lebih sering.
5. Demam dan Menggigil
Iritasi akemih akibat batu ginjal dapat menimbulkan infeksi. Jika kondisi ini terjadi, maka penderita akan mengalami demam dan menggigil karena kedinginan akibat demam.

Penyebab Batu Ginjal

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa batu ginjal adalah batu-batu kecil yang mengkristal yang terbentuk pada saluran kencing. Terbentuknya kristalisasi itu karena kadar urine yang terlalu pekat dan zat-zat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu meski banyak hal-hal lain yang dapat menjadi penyebab seperti karena adanya infeksi, obstruksi, kelebihan sekresi hormon paratiroid,meningkatnya peningkatan kadar asam urat, terlalu banyak menkonsumsi vitamin D atau kalsium yang tidak larut dengan sempurna namun penyebab utama pekatnya kadar urine disebabkan karena kurangnya mengkonsusmsi air putih setiap hari, sebelum hal ini terjadi maka terapi air putih perlu menjadai pertimbangan untuk dilakukuan, berikut ini beberapa hal penyebab batu ginjal
  • Kurang minum air putih sehingga jumlah urin yang dikeluarkan sedikit.
  • Sering menahan kencing terlalu lama sehingga urin menjadi pekat.
  • Pekatnya kadar garam dalam urin sehingga berpotensi terjadinya endapan batu dalam saluran kemih.
  • Terlalu banyak zat kimia yang terdapat dalam urin, seperti kapur dan garam oksalat.
  • Kelebihan vitamin D, kadar asam urat, atau terlalu banyak mengonsumsi kalsium yang sepenuhnya tidak larut.